Home > tekstil, umum > STTT terkena dampak media

STTT terkena dampak media

Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Pemberitaan negative tentang industry pertekstilan di negeri ini menjadi penyebab sepinya lulusan SLTA mendaftarkan diri ke  Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil) yang kini merupakan satu-satunya sekolah tinggi pertekstilan di Indonesia. “Dulu terdapat 12 sekolah tinggi tekstil di Indonesia Kini hanya STT Tekstil ini saja,” ungkap Hendra dari Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STT Tekstil yang memiliki kampus dan bangunan kuliah dengan fasilitas yang sangat lengkap di Jl.Jakarta no.31 bandung 40272.

Akibat gojang-ganjing dan pemberitaan carut marutnya industry tekstil di dalam negeri ini jelas-jelas telah mengorbankan STT Tekstil yang berada di bawah naungan dan pembinaan Departemen Perindustrian RI ini. “Bahkan tahun 2006, yang mendaftar hanya 150 orang. Ya kami terima semua,” ujar Hendra kemudian.

Tahun 2007 yang mendaftar sebanyak 560 calon dan yang diterima sekitar 300 orang. Tahun 2008, yang daftar lumayan gak jauh beda dari setahun sebelumnya. Tahun 2009 lumayan. Padahal, menurut dia, biasanya sekitar 1500 calon siswa yang mendaftar. “Tapi itulah akibat pemberitaan yang miring di media massa tentang industry tekstil di tanah air dan berbagai penjelasan asosiasi pertekstilan di negeri ini membuat lulusan SLTA ogah menjadi mahasiswa di STT Tekstil di Bandung ini,” katanya.

Padahal, ungkapnya, antara lulusan STT Tekstil dengan yang dibutuhkan langsung oleh industry tekstil  di Indonesia, tidak seimbang. Tahun 2007 jumlah sarjana pertekstilan yang dihasilkan 205 orang, yang diperlukan industry mencapai 274 orang. Tahun 2008 dari 300 orang yang dibutuhkan, hanya 210 sarjana yang dihasilkan. “Tahun 2009 STT Tekstil menghasilkan 190 sarjana. Namun yang diperlukan industry tekstil sebanyak 304 orang,” papar Hendra.

Menurut Hendra dan staf pengajar di STT Tekstil di Bandung ini tidak semua gonjang ganjing dan carut marut industry tekstil di tanah air itu benar. Para pengusaha industry tekstil itu Cuma menginginkan fasilitas dan  kemudahan dari pemerintah. Pengusaha pertekstilan tersebut manja dan menginkan bunga murah dari perbankan untuk men jalankan  pabriknya. “Untuk itu mereka melalui asosiasi yang ada memberitakan hal-hal yang negative agar menarik perhatian pemerintah,” kata sejumlah staf pengajar di STT Tekstil kepada Surabayawebs.com.

STT Tekstil ini berdiri sejak 1922 dengan nama Textile Inricting Bandoeng (TIB). Tahun 1954 dikembangkan menjadi Akademi Tekstil (AKATEX). Tahun 1964 berubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Tekstil (PTIT).

Sejak 1979 menjadi Institut Teknologi Tekstil (ITT) dan menjadi incaran orang tua menyekolahkan anaknya di sini. Masa keemasan ITT bisa disejajarkan dengan ITB Bandung dan lulusan SLTA akan sangat bangga bila diterima di sekolah ini.

ITT dikembangkan menjadi dua lkembaga pada 1979, Yaitu Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tekstil (BBT) dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil). Sampai saat ini STT Tekstil ini adalah satui-satunya perguruan tinggi di bidang teknologi tekstil milik pemerintah Indonesia.

STT Tekstil di kota Bandung ini membuka jurusan Teknik Tekstil ,Diploma 4 dengan lama pendidikan 8 semester. Juga membuka jurusan Kimia Tekstil dengan lama pendidikan 8 semester. Jurusan yang terdapat di sekolah tinggi tekstil ini antara lain Teknologi dan Bisnis Garmen.Selain itu juga membuka Diploma 1 dengan lama pendidikan 2 semester yaitu Teknologi Manufaktur Pakaian Jadi.

sumber : http://surabayawebs.com

Categories: tekstil, umum
  1. 16 May 2011 at 09:32

    Propaganda media sangat besar pengaruhnya,,, terlebih kepada masyarakat indonesia yang sekarang sepertinya langsung menerima informasi tanpa melakukan re-check,,,

    dan dengan munculnya blog ini diharapkan bisa meng-counter isu dan rumor-rumor yang tidak benar ataupun kurang benar…

    semangat menulis…

    salam

    Pegiat Sahabat Pena

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: