Home > disain 2, praktikum, tekstil > DEKOMPOSISI KAIN RANGKAP(DOUBLE WEAVE)

DEKOMPOSISI KAIN RANGKAP(DOUBLE WEAVE)

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud

untuk menganalisa jenis kain yang berbeda dari yang sebelumnya kain satu lapis.

Tujuan

Agar mahasiswa dapat mengetahui komposisi dari kain rangkap.

Agar mahasiswa dapat menggambarkan anyamannya.

TEORI DASAR

Kain rangkap disebut juga kain berlapis adalah kain yang terdiri dari dua lapis atau lebih yang ditenun bersama-sama. Untuk membentuk kain

Jenis kain rangkap yang sederhana tersusun dari dua seri benang lusi dan dua seri benang pakan. Satu seri benang lusi dan satu seri benang pakan membentuk kain sebelah muka, sedang satu seri benang lusi dan pakan lainnya membentuk sebelah belakang.

Untuk mempermudah penggambaran anyaman rangkap maka terdapat ketentuan-ketentuan:

Lusi atas selalu di atas pakan bawah dan lusi bawah selalu dibawah pakan atas. Atau

Pakan atas selalu di atas lusi bawah, dan pakan bawah selalu dibawah lusi atas.

Ketentuan ini perlu untuk mempermudah dalam menggambarkan anyaman rangkap.

Tergantung dari penggunaannya, maka struktur kain rangkap dapat bermacam-macam. Konstruksi kain yang meliputi anyaman, tetal benang, nomer benang, dan macam bahannya, dari kain atas bisa sama dan bisa juga berbeda dengan kain bawah.

Susunan lusi atas dan bawah juga susunan pakan atas dan bawah dapat bervariasi. Dengan cara memvariasikan susunan pakan atas dan bawah maka kedua kain atas dan bawah dapat bersambung pada kedua pinggirnya, sehingga akan menghasilkan bentuk pipa, atau hanya bersambung pada salah satu pinggirnya saja seperti bentuk kain dilipat.

Selanjutnya kedua macam kain yaitu kain atas dan bawah dapat diadakan ikatan, sehingga ditinjau dari segi diikat atau tidaknya, terdapat dua macam kain rangkap, yaitu kain rangkap yang tidak terikat dan yang terikat. Terjadinya ikatan itu sederhana dapat dilakukan secara sederhana misalnya bila suatu helai lusi atas pada tempat tertentu diturunkan, sehingga teranyam dibawah pakan bawah.

Untuk pemakainan tertentu dapat juga suatu kain rangkap diberi lusi atau pakan pengisi yaitu benang-benang lusi atau pakan yang diisikan diantara kain atas dan bawah tanpa teranyam. Ketentuannya ;

Lusi pengisi selalu dibawah benang pakan atas dan diatas benang pakan bawah.

Pakan pengisi selalu dibawah benang lusi atas dan diatasnya benang lusi bawah.

Struktur yang lain dari kain rangkap ialah pertukaran muka kain pada tempat-tempat tertentu, yaitu karena adanya pertukaran pada tempat tersebut, lusi dan pakan atas menjadi lusi dan pakan bawah, dan sebaliknya lusi dan pakan bawah menjadi lusi dan pakan atas.

Apabila konstruksi atau warna kain atas berbeda maka dengan cara merubah muka kain dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas pada tempat tertentu akan didapat muka kain yang mempunyai corak menurut konstruksi atau warna kain atas dan bawah itu.

Jenis-jenis kain rangkap :

Kain Rangkap dengan Ikatan Sendiri

Lusi atas mengikat pakan bawah.

Pakan atas mengikat lusi bawah

Lusi atas & Pakan atas mengikat pakan bawah & lusi bawah secara bergantian.

Kain Rangkap dengan Benang Pengisi (5 Jenis Benang)

Kain rangkap dengan benang pengisi pasir (Benang pengisi hanya berfungsi sebagai penenbal kain)

Kain rangkap dengan benang pengisi aktif. Benang pengisi berfungsi sebagai pengikat.

Kain rangkap dengan Ikatan Sebagian Berpindah Tempat Bergantian.

Kain Rangkap dengan Ikatan Kain Atas Berpindah Ke Bawah & Kain Bawah Berpindah Ke Atas Bergantian.

Kain Rangkap yang Membentuk Terowongan.

Kain Rangkap dengan Ikatan Satu Sisi (Kain 2x Lebar)

Kain Rangkap dengan Ikatan Dua Sisi (Kain Silinder)

CARA KERJA

Membuat ukuran kain sample minimal 10 x 10 cm

Tentukan arah lusi dan pakan

hitung tetal lusi dan tetal pakan dengan menggunakan lup di 3 tempat yang berbeda

menentukan berat kain per m2 dengan penimbangan:

buat ukuran sample kain menjadi 10×10 cm dengan memberi tanda garis terlebih dahulu

tiras (urai) kain sample dengan cara mencabuti lusi dan pakan hingga mencapai garis 10×10 cm

gunting dan potong sisa benang yang berjumbai hasil penirasan,sehingga diperoleh kain yang benar-benar 10×10 cm

timbang berat kain sample,lalu catat beratnya

Menentukan berat kain per m2 secara teoritis :

Ambil(cabut) 10 helai lusi dan 10 helai pakan,masing-masing 5 helai di tiap sisi kain sample.

Luruskan dengan bantuan ibu jari tangan setiap benang tersebut,kemudian ukur panjang masing-masing benang. Jumlahkan dan buat rata-ratanya

Hitung nilai mengkeret lusi dan mengkeret pakan.

Timbang ke 10 helai lusi dan 10 helai pakan dalam satuan gram

Hitung nomor lusi dan nomor pakan dengan perhitungan

DATA PERCOBAAN

1. Tetal lusi Tetal pakan

67 67

66 65

60 59

193 hl/3 inch 191 hl/3 inch

x ̅ = 64.3 hl/inch x ̅ =63.67 hl/inch

2. berat kain 10 x 10 cm =1.61 gram

3. berat 10 hl benang → L =28 mg = 0,028 gram

P =33 mg = 0.033 gram

4. panjang setelah diluruskan

L (LUSI) P (PAKAN)

10,6

10,6

10,5

10,6

10,5

10,6

10,6

10,6

10,6

10,6 10,7

10,7

10,7

10,6

10,7

10,7

10,6

10.6

10,7

10,7

∑▒〖=105.8cm〗

x ̅ =10,58 cm ∑▒〖=106,72 cm〗

x ̅ =10,67 cm

Mengkeret

L = Pb – Pk x 100 % P = Pb – Pk x 100%

Pb Pb

= 10,67 – 10 x 100% = 10,58 -10 x 100%

10.67 10,58

= 6.3 % = 5.5 %

6. Nomor Benang

L→ Nm = P (m) = 1.067 = 32.33 P→Nm = P(m) = 1.058 = 37.79

B(gr) 0,033 B(gr) 0.028

Ne = 0,59 x Nm Ne =0,59 x Nm

0,59 x 32.33 = 19.08 0,59 x 37.79 = 22.3

7. Berat kain /m2

– Penimbangan = 100 X 100 X Bk = 100 x 100 x 1.61 = 161 gr

10 X 10 10 x 10

Perhitungan L = Tetal/cm x 100 x 100/(100-ML) X 100

Nm x 100

= 25.32 x 100 x100/(100-6.3%) x 100 = 83.58 gr

32.33 x 100

Perhitungan P = Tetal/cm x 100 x100/(100-MP) X 100

Nm x 100

= 25.07 x 100 x100/(100-5.5%) x 100 = 71.07 gr

37.39x 100

8. Berat Selisih

Berat pakan + Berat lusi = 83.58 + 71.07 = 154.65

BS = Bb –Bk x 100% → 161 – 154.65 x 100% = 3.9 %

Bb 161

DISKUSI

Untuk melakukan dekomposisi kain rangkap ini, praktikan membutuhkan kejelian, ketelitian, dan kesabaran. Karena kainnya rangkap sehingga terlihat kasat mata kain ini begitu padat dan seolah-olah tidak ada ruang sedikitpun bagi benang lusi maupun pakannya. Untuk membangun kain rangkap ini terdapat empat jenis benang yaitu benang lusi atas, lusi bawah, pakan atas dan pakan bawah. Keempat benang ini dijadikan dalam satu kain dan mengalami naik turun yang berbeda-beda hingga terdapatlah satu rapotnya dan setelah didapat satu rapot benang ini diikat oleh benang lusi pakan yang disebut “ikatan”. Prinsip dasar menenun kain ini sama saja seperti menenun kain polos yaitu pembukaan mulut lusi, peluncuran pakan, dan pengetekan. Berbeda hanya pada urutan proses pembukaan mulut lusi dan naiknya gun.

KESIMPULAN

Menenun kain rangkap gerakan pokoknya sama seperti kain polos, hanya berbeda pada urutan naik turunnya gun di pembukaan mulut lusi.

Tetal kain rangkap lebih padat dari pada kain polos single.

Dalam satu rapotnya lebih banyak dari pada kain polos single pada umumnya.

Kain rangkap ini bisa praktikan simpulkan digunakan untuk kain-kain yang membutuhkan kekuatan yang baik

Dan pembagian anyaman rangkap ini terbagi dari :

bracked cloths : kain dengan 2 jenis anyaman (3 jenis benang).

Double cloths : 2 buah/ 2 lapis kain yang diikat menjadi satu (4 jenis Benang)

Treble cloths : 3 buah / 3 lapis kain yang diikat menjadi satu (6 jenis benang)

Kain rangkap yang kita dekomposisi berjenis double cloths karena mempunyai 4 jenis benang.

Berikut ini adalah hasil dari pengamatan pada saat praktikum :

1. Tetal lusi Tetal pakan

x ̅ = 64.3 hl/inch x ̅ =63.67 hl/inch

2. berat kain 10 x 10 cm =1.61 gram

3. berat 10 hl benang → L =28 mg = 0,028 gram

P =33 mg = 0.033 gram

panjang lusi setelah diluruskan x ̅ =10,58 cm

panjang pakan setelah diluruskan x ̅ =10,67 cm

Mengkeret

Lusi = 6.3 % Pakan = 5.5 %

Nomor Benang

L→ Nm = 32.33 P→Nm = 37.79

Ne1= 19.08 Ne1 = 22.3

Berat kain /m2 = 161 gr

Perhitungan L = 83.58 gr

Perhitungan P = 71.07 gr

Berat Selisih = 3.9 %

DAFTAR PUSTAKA

Buku jurnal, disain tekstil 2. sekolah tonggi teknologi tekstil,2006

Disain tekstil, institut teknologi tekstil. 1974

Categories: disain 2, praktikum, tekstil
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: