Home > EVAL !, EVAL 1, praktikum, tekstil > Pengujian Jumlah Neps

Pengujian Jumlah Neps

I. MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk mencari / menghitung banyaknya nep pada serat kapas pada berat 100 mg yang selanjutnya dapat mencari dalam berat per gram ataupun kilogram serat kapas.

II. TEORI DASAR
Nep adalah kumpulan serat kusut yang menjadi satu yang membentuk bulatan-bulatan kecil yang tidak dapat diuraikan lagi pada proses pengolahan berikutnya yang disebabkan oleh pengerjaan mekanis. Gerakan-gerakan mekanis yang membantu kekusutan itu antara lain putaran-putaran pisau ginning, pemukul pada mesin opening dan picking dll. Timbulnya nep sendiri dapat terjadi apabila terdapat kapas yang belum dewasa dalam jumlah yang besar,dan di dalam pengolahannya akan menimbulkan nep.
Dengan adanya nep akan menghasilkan benang yang tidak rata dan akan menimbulkan bintik-bintik berwarna merah muda pada bahan yang telah dicelup.Serat yang muda atau yang belum dewasa akam mudah membentuk nep dikarenakan serat yang lebih halus dan tipis dinding selulosanya,dengan sendirinya akan lebih mudah kusut dibandingkan dengan serat-serat yang lebih kasar dan tebal dinding selnya,dengan demikian serat muda mudah membentuk nep.
Di dalam praktek sekarang dilakukan penghitungan nep pada serat kapas dengan berat 100 mg,dengan meluruskan dan menguraikan serat-serat tersebut sedikit demi sedikit pada papan beludru dan kemudian dilakukan pencarian dengan menggunakan jarum pentul.

III. CARA PENGUJIAN
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ambil dan timbang serat kapas yang akan diuji sebanyak 100 mg.
3. Kemudian serat tersebut diluruskan dengan hand stapling,dan seterusnya sedikit demi sedikit serat tersebut diletakkan pada papan beludru sambil ditahan dan ditarik-tarik dengan menggunakan jarum,sehingga terdapat serat yang lurus pada papan beludru.
4. Setelah itu serat bagian demi bagian diperiksa dan dicari ada / tidaknya nep.
5. Setelah semua serat diperiksa,hitung banyaknya nep yang ada dan ulangi lagi praktek diatas sampai empat kali pada berat dan serat yang sama,kemudian rata-ratakan.

IV. ALAT DAN BAHAN
Serat kapas INV
Papan beludru
Microbalance
Jarum pentul

V. DATA PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN
SUHU RH
Awal
Akhir 25,5 °C
25 ° C 58 %
56 %

Pengujian pada kapas INV
Berat kapas yang diuji = 0,1 gram ( 100 mg )
Percobaan ke- Jumlah neps
1 14
2 15
3 15

Jadi Jumlah neps untuk 0,1 gram = 14,67 neps
Jumlah neps untuk 1Kg = 14,67 x 10.000
= 146. 700 neps

VI. DISKUSI
Dari hasil praktikum ini terdapat beberapa hal yang harus didiskusikan, antara lain :
Pada praktikum kali ini diperlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi karena dari sejumlah serat yang sudah ditimbang tadi kita harus teliti mencari yang mana neps tersebut, gumpalan kecil yang terdapat pada serat belum tentu semuanya neps hanya yang benar-benar yang tidak dapat terurai yang disebut neps, sehingga kita harus menggunakan jarum pentul untuk dapat mengurai gumpalan serat tersebut.
Untuk dapat memudahkan pencarian neps maka pertama- tama dilakukan hand stapling lalu ketika menemukan gumpalan simpan pada papan beludru tapi agar memudahkan simpanlah sedikit demi sedikit lalu amati.
Pisahkan neps yang sudah terhitung untuk menghindari kesalahan perhitungan.

VII. KESIMPULAN
Banyaknya neps pada suatu serat ini berhubungan dengan kedewasaan serat. Serat yang muda cenderung mengandung neps lebih banyak. Neps biasanya kan tergulung pada saat pembentukan antihan sehingga menyebabkan benang bergelombang dan tidak rata. Dan juga pada saat proses pencelupan bagian yang terdapat neps ini akan menberikan warna yang tidak rata dengan bagian yang lain.
Dari hasil praktikum ini didapat bahwa jumlah neps untuk 1kg serat adalah 146. 700 neps.

VIII. DAFTAR PUSTAKA
1. Cara uji Kehalusan Serat Buatan bentuk Stapel (Cara Penimbangan), SII. 0669 – 82. Departemen Perindustrian, Republik Indonesia
2. Cara Uji Panjang Serat Buatan Bentuk Stapel (Cara Per Helai) SII. 0670 – 82, Departemen Perindustrian, Republik Indonesia
3. Cara Uji Panjang Stapel Serat Kapas (Cara Combsorter), SII. 1086 – 84, Departemen Perindustrian, Republik indonesia.
4. Evaluasi Tekstil bagian Fisika, Intitut Teknologi Tekstil , 1973, Bandung

Categories: EVAL !, EVAL 1, praktikum, tekstil
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: