Home > pengalaman > Pengalaman mengikuti tes TPA OTO Bappenas

Pengalaman mengikuti tes TPA OTO Bappenas

???????????????????????????????Sebagai bagian dari salah satu persyaratan mendaftar sekolah pasca sarjana ITB, para pelamar diharuskan melampirkan sertifikat TPA OTO Bappenas. Sayapun mencari informasi tentang tes TPA ini. Seperti biasa, mbah google selalu setia membantu saya di setiap persoalan. Saya mencari info tentang apa itu tes TPA Bappenas, lokasi tes, dan biaya pendaftaran. Kenapa saya mencari informasi tersebut ? ya jelas saja, hhe saya tidak mengerti apa itu tes TPA OTO Bappenas. Itu artinya ini akan menjadi pengalaman pertama saya mengikuti ujian TPA bappenas ini.

Tahun ini saya banyak mengalami pengalaman yang baru dalam hidup saya. Berawal dari keinginan mendadak melanjutkan kuliah s2 di ITB yang memaksa saya untuk mempelajari bahasa inggris dan TPA bappenas. Karena saya tidak memiliki kemampuan yang baik dalam bahasa inggris dan dikarenakan waktu yang tinggal 4 bulan lagi dalam pengumpulan berkas. Saya nekat berangkat ke kampung inggris, 2 bulan saya habiskan waktu di sana untuk mempelajari bahasa inggris. Dengan niat yang kuat, saya bersyukur diberikan keberanian untuk mengikuti tes TOEFl ITP. Dan bersyukur lagi nilai yang saya dapat pada tes TOEFL saya yang pertama adalah 503. Cukup untuk mendaftar sekolah pasca sarjana ITB yang mensyaratkan nilai 475.

Selanjutnya adalah berburu sertifikat TPA Bappenas, berdasarkan googling sana sini. TPA bappenas adalah tes potensi akademik yang diselenggarakan oleh PT koperasi pegawai bappenas. Tes TPA dimaksudkan untuk mengukur potensi yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan belajar di jenjang pasca sarjana atau memangku jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual. Semakin tinggi skor, semakin besar juga peluang untuk berhasil. Range skor TPA Bappenas berada di rentang 200-800. Masa berlakunya 2 tahun. Kalo nilainya 800, wah jenius yah he.

Setelah mencari-cari, ternyata tes ini bisa dilakukan di Jakarta di kantor bappenas. Dengan biaya 325 ribu. Wah saya pikir berat juga kalo harus ke Jakarta, selain tidak hafal daerah Jakarta ditambah ongkos akomodasinya bisa lebih mahal dari biaya daftarnya. Saya pun mencari cari lagi lokasi alternative tes TPA ini. Saya berdomisili di kabupaten Cirebon. Setelah cari sana sini, akhirnya menemukan solusi terbaik. Alhamdulillah ternyata ITB mengadakan tes kolektif. Dengan biaya pendaftaran 325 ribu. Sama persis dan waktunya selang sehari setelah tes bidang studi jurusan. Alhamdulillah bisa sekali jalan ke bandung ini mah. Menghemat tenaga, waktu dan tentunya biaya. Tes yang ditetapkan oleh ITB adalah di tanggal 21 juni 2014. Sekilas memang beruntung, namun ini beresiko. Ya beresiko karena ini berada di tanggal akhir-akhir pengumpulan berkas. Penutupan berkas masuk awal di tanggal 4 juni dengan toleransi sertifikat TPA menyusul bagi yang baru tes TPA di tanggal 21 juni 2014. Apa artinya ? ini berarti tes tanggal 21 adalah tes terakhir. Mau tidak mau harus lulus passing grade 475. Jika tidak maka tidak ada waktu lagi untuk tes TPA. Istilahnya if u want to register master in this year at ITB, test on 21th june will be my last chance.

Oke, show must go on and I have to face it wisely. Tibalah di tanggal 21 juni. Saya memasuki ruangan tes di aula ITB. Pukul 08.00 soalpun datang. Waw terkejut juga dengan cara membawa soalnya. Soal ditaruh di koper besar dan dikunci dengan pengunci koper kode angka. Soalpun dibuka, taraaaaaaat. Haha soalnya disegel. Ini menunjukkan soal memang fresh from the oven (kue kali).

Tespun dimulai. Ajegileeeee, waktunya 3 jam dengan jumlah soal 250 soal. Mabok ini kayanya. Hahaha. Terdiri dari 3 subtes yaitu tes verbal (anonym,sinonim, dan penalaran), tes kuanitatif matematika, dan tes penalaran (gambar diputer-puter). Yap cukup 3 bagian saja. Dikerjakan selama 3 jam penuh. Selama 3 jam, ruangan sangat hening karena ratusan peserta larut dalam kesibukan mengerjakan soal. 3 jampun terasa kurang karena saking banyaknya soal. Raut muka cemberut, kecut, senyum, bahagia, dan sedih bercampur dalam satu ruangan ini. Satu menitpun sungguh berharga.

Ternyata soalnya diluar prediksi saya, tes verbal dihadapkan dengan kosakata yang sangat asing buat saya. Waduh susah euy, beberapa kata yang sangat asing menghiasi soal seperti ATMA, KARSA, ENTITAS, dll. Ini jauh lebih sulit disbanding soal soal latihan pada buku. Saya Cuma bisa mengerjakan separuh saja. Lanjut ke tes matematika. Pada bagian-bagian awal saya lancar mengerjakan. Dan soal-soal setelahnya muncul. Wah banyak soal tentang garis singgung, trigonometri bangun ruang, dll hahahaha mati akuuuuuuu ga bisa. Cuma bisa mengerjakan kurang dari separuh, dan disisa sub tes adalah mengerjakan soal tentang gambar yang diputer-puter. Butuh waktu lama mengerjakan sesi ini. Mata saya ikut muter-muter. Pusing euy. Waktu tinggal tersisa 5 menit, saya berhenti mengerjakan soal. Masih banyak soal yang belum dikerjakan. Karena tes ini tidak mengenal system minus maka di 5 menit terakhir saya mengisi semua sisanya dengan metode tembak. Hahaha ah bodo amat, yang penting full of dot !. teeeet waktu habis dan kita bergegas keluar ruangan. Sebagian besar dengan wajah kusut. Wajar lah 3 jam non stop gitu loh.

Saya mau sekedar berbagi dan memberikan masukan dengan poin-poin berikut :

  1. Manajemen waktu

Jujur, sangat kacau. Ya ini lah yang terjadi di tes saya kemarin. Karena baru pertama tes sehingga saya kaget dengan banyaknya soal dan terlalu asik dengan soal yang saya anggap menarik. Ini jelas kurang tepat, alokasi 1 soal adalah 40 detik (sudah dengan membulatkan) ! jika kamu mengalami kesulitan sudah lewati saja soal itu. Ingat, dengan waktu 180 menit kita diminta mengerjakan 250 soal. Ini akan menjadi pembelajaran untuk saya.

  1. Latihan soal

Latihan soal sangat diperlukan. Pahami saja sub test, waktu, dan cara mengerjakannya. Bisa dipelajari dari buku-buku. Jangan terpaku dengan soalnya karena berdasarkan pengalaman saya, soal di buku buku dan kenyataan tes berbeda jauh. Hiks.. soal yang di test jauh lebih sulit dibanding dengan buku – buku. Soal bahasa dan matematika nya bikin lieur.

  1. Isi semua karena tes TPA ini tidak mengenal system minus
  2. Les

Kalo ada waktu dan biaya berlebih tidak ada salahnya ikut les persiapan tes TPA. Biar lebih terbiasa.

Kalo buat saya yang pas pasan sih ya dari mbah google saja😀 .

  1. Sarapan

Ini penting, waktu yang panjang akan menguras energy kita. Tidak harus dijelaskan ya (waktu 180 menit kita diminta mengerjakan 250 soal)

  1. Sebelum test sebaiknya ke toilet dulu (terserah mau nabung bab atau sekedar buang air kecil) karena jika kamu keluar pada saat test, kamu dianggao sudah selesai.
  2. Bawa air mineral
  3. Banyak berdoa

 

Seminggu berlalu, hasil dari tes belum juga didapatkan. Akhirnya hari ke 10 ada tukang pos yang mampir ke rumah memberikan amplop. Waw ternyata amplop berisi hasili tes TPA. Inilah hasil yang saya dapat :

 

Sub test 1 saya mendapat nilai 68,9 ; sub test 2 48,34 ; dan sub test 3 41,61.

Skor total yang saya dapatkan adalah 529,50.. Alhamdulillah nilainya cukup untuk mendaftar sekolah pasca sarjana di ITB.

 

Akhirul kalam, wassalamualaikum

 

 

Categories: pengalaman
  1. suci
    30 March 2016 at 21:46

    Wahhh .. crita yg menarik kak.. kalau bisa sih sklian di jelasin gitu laa contoh soalnya kayak gmna aja banyak2 tp.. atau kalau perlu sediain link ny kak buat yg mau belajar tpa ke mbah google yg mana wkwkwk

    • feriyulinanto
      5 November 2016 at 16:24

      aduh sibuk, hahaha

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: