Home > Tidak terkategori > Cerita singkat di ITB

Cerita singkat di ITB

10527871_10202459158457120_432174950752959117_nIni merupakan cerita lanjutan dari beberapa artikel saya sebelumnya. Bagaimana saya bisa berada di salah satu kota di jawa timur tepatnya di Kediri untuk belajar bahasa inggris demi mengejar nilai TOEFL. Ya pada akhirnya setelah saya belajar singkat bahasa inggris di sana saya mendapatkan nilai TOEFL ITP di atas nilai minimum (475) untuk dapat melanjutkan pendidikan jenjang s2 di Indonesia.

Tepat di waktu sekitar bulan mei-juni 2015 (maaf tepatnya agak2 lupa), saya mengikuti rangkaian seleksi di salah satu tempat belajar terbaik di Indonesia. Tahapan yang saya lalui untuk dapat diterima sebagai mahasiswa magister di ITB diantaranya adalah tes toefl, tes potensi akademik (TPA) Oto bappenas, tes matematika dasar, tes bahasa inggris, dan terakhir adalah sesi wawancara. Setelah melewati tahap-tahap tersebut Alhamdulillah saya diberikan rejeki oleh Allah untuk berkesempatan melanjutkan studi magister di ITB. Tibalah saatnya menunggu hari pertama kuliah di ITB, di hari pertama kami dikumpulkan di aula ganesha. Singkat cerita di aula ganesha ternyata hanya sebatas validasi kartu mahasiswa dan ukuran jas almamater saja. Saya pun kembali ke rumah dengan kembali menunggu hari pertama kuliah.

Bulan Agustus 2015, hmm panggilan itu datang juga. Mungkin sekitar 3 minggu pertama semua mahasiswa baru TMI 2015 mengikuti program yang dinamakan matrikulasi. Program ini bertujuan untuk memberikan materi dasar teknik industry kepada mahasiswa baru s2 TMI ITB karena latar belakang s1 mahasiswa baru TMI ITB 2015 bukan hanya berasal dari jurusan teknik industry. Berbagai macam latar belakang seperti teknik informatika, teknik kelautan, manajemen, dll. Oh iya saya sendiri berasal dari latar belakang d4 teknik tekstil.

Sebagai informasi, jurusan TMI dibuka dan dapat dimasuki oleh latar belakang pendidikan apapun. Dengan berbagai latar belakang tersebut wajar saja kampus merasa perlu memberikan materi dasar teknik industry sebagai langkah antisipasi mengurangi kesulitan adaptasi para mahasiswa baru tersebut.

Melihat jadwal matrikulasi, saya merasa terheran heran. Ya heran, karena dimulai dari jam 7 pagi hingga magrib non stop selama 3 minggu. Wow lebih lebih dari kuliah regular ternyata. Ah saya fikir dibandingkan memikirkan hal hal yang berat, dijalani saja. Toh saya tidak akan sendiri menjalani matrikulasi tersebut, pasti terdapat kawan kawan baru yang akan saya dapatkan.

Hari pertama matrikulasi, saya ingat betul orang yang pertama kenal akrab dengan saya adalah cahyo, hmm kesan pertama saya melihat cahyo sebagai sosok yang cerdas. Berkacamata tebal, tampilan rapi, ini sudah barang tentu memberikan kesan yang berbeda. “wah ini kayanya pinter nih, kali aja bisa ngajarin saya” itulah yang ada dibenak saya ketika berkenalan dengan cahyo. Dan kitapun menjadi akrab. Selang sehari matrikulasi, saya mengalami kesulitan mencerna materi dari dosen karena penjelasan yang begitu singkat dan cepat. Materi tersebut baru pertama kali saya dapat karena memang tidak sama dengan jurusan saya ketika kuliah d4/s1. Ternyata teman saya cahyo juga mengalami kesulitan yang sama, ah ternyata sama saja haha. Setiap hari diadakan ujian harian dari materi yang telah diberikan sebelumnya. Hmm itulah masa-masa sulit yang saya lewati ketika matrikulasi. Karena kami mengalami kesulitan akhirnya kami mencari teman yang dianggap pintar dan mau menjelaskan ulang materi tersebut kepada kami. Ya ada seorang yang ramah dan baik bernama ari. Kami selalu bertanya kepada ari tentang materi matrikulasi tersebut. Ari yang sangat pintar selalu bisa menjawab semua pertanyaan kami. Lalu bergabunglah teman kami bernama dimas dan dandan. Lama kelamaan kita menjadi akrab. Feri cahyo dimas dan dandan menjadi kelompok bermain sekaligus belajar bersama dalam rentang waktu 1 semester. Oh iya di tengah semester bergabung satu lagi masuk perangka kami yaitu bos ilman. Jujur, kami berenam mempunyai karakter yang berbeda-beda namun tak terasa persamaan nasib (kecuali ari) membuat kami sering bersama. Menginap bersama di kosan dimas dandan, makan malam di soto betawi, bubur kacang bangbayang, kantin bangbayang, wifi kosan gretong, madtari dan bu tatang menjadi tempat tempat yang sering kami kunjungi. Hhm saya teringat dengan makan besar di bu tatang.. telur daging. Ahh kapan bisa ke sana lagi. Dari masing-masing kawan berenam ini, saya ingat betul hingga sekarang bagaimana karakter karakter kawan saya, diantaranya adalah :

Ari selalu mengajarkan kami semua materi kuliah selama semester 1, tidak heran ketika nilai semester 1 sudah diberikan, Ari mendapat IPK mendekati 4. Kami tidak heran, jelas karena selama 1 semester ari ini sudah seperti dosen kami. Ari mendapatkan beasiswa ke Taiwan, namun entah karena apa beasiswa tersebut urung dia ambil. Ya seperti ari yang saya kenal, seorang yang rendah hati ini terlihat santai dan tidak terlalu ambisius, Alon alon asal kelakon. Tak pernah melihat ari mengeluh ketika kami terus bertanya tentang mata kuliah. Saya yakin suatu hari nanti ari ini bisa menjadi orang hebat karena kepintarannya. Jika menapak track yang benar, bukan tidak mungkin staf ahli petinggi Negara dapat dia capai. Apalagi CV dia yang berasal dari kampus teknik terbaik di Indonesia. Kita lihat soekarno, BJ habibie, hatta rajasa, aburizal bakrie, dkk mereka merupakan orang orang pintar yang terlahir dari kampus ITB. Ayo Ari kamu pasti bisa.

Lalu ada dandan, si pekerja keras. Bayangkan dia kuliah s2 memakai uang sendiri dan dilakukan sembari bekerja. Dia sering bolak balik karawang bandung demi kuliah dan kerja yang harus berjalan beriringan. Luar biasa kak dandan. Meskipun beliau mempunyai waktu yang terbatas, namun beliau juga menjadi orang yang paling rajin diantara kami. Pengalamannya berbisnis sangat banyak, beliau sering diundang untuk memberikan motivasi kepada UKM UKM dan pelajar di kota karawang. Sudah jelas kak dandan ini bukan orang biasa. Selalu mendapat nilai yang bagus suatu saat nanti kak dunk bercita-cita menjadi pengusaha yang sukses. Ya suatu saat cita-cita beliau semoga terwujud.

Selanjutnya ada dimas dan cahyo, kenapa saya bahas mereka berdua dalam 1 paket. Ya karena memang mereka berdua ini sangat kompak. Kegigihan belajar mereka sangat identik. Sama2 pantang menyerah dan selalu bertanya kepada ari. Selain kompak dalam belajar, dimas cahyo ini juga kompak ketika bercanda. Joke joke mereka berdua selalu nyambung diantara mereka berdua. Ditambah jika mereka melakukan joke yang agak “nakal” mereka selalu tertawa dahulu. Kami yang kurang mengerti baru tertawa belakangan.

Dimas ini istimewa, kayanya semua database cewek cantik di ITB dia punya. Dia tidak pelit ilmu, buktiinya semua database cewe dia bagi ke kami😀, uh baiknya si dimas ini. Berbadan agak besar, alumnus SMA Taruna magelang ini juga merupakan alumnus paskibraka tingkat nasional lo. Bahkan dia pernah cerita dia pernah diberikan liburan ke luar negeri karena kerja kerasnya menjadi paskibraka. Wah hebat ! saya tak menyangka ternyata Dimas mempunyai track record yang mumpuni. Tidak hanya pintar, alumnus s1 Geodesi ITB ini juga bersifat baik karena kosannya sering kami jadikan basecamp belajar kami. Dimas jago bermain bola, selain itu juga berhobi tidur. Sering bertekad diet namun saya lihat badannya belum mengecil karena mungkin masih kebanyakan makan dan tidur😀. Hmm semoga sukses dimas dan cita-cita kerja di chevronnya tercapai.

Lanjut ke cahyo, dia ini alumnus UII Teknik informatika. Hmm sudah pasti, pengetahuan IT dia paling mumpuni diantara kita. Cahyo ini berpenampilan meyakinkan. Kenapa? Ya karena dia memakai kacamata tebal dan berpakaian rapih, kesan pertama orang yang mengenal dia adalah dia seorang sosok yang pintar dan rajin belajar. Gayanya yang santai dan suka bercanda membuat cahyo gampang akrab dengan siapapun. Joke joke dia dapat diterima oleh teman-teman. Alumnus astra Daihatsu ini bercita-cita untuk bekerja di sector tambang. Dia mempunyai hobi dan kesukaan terhadap mobil vw combi, hmm hobinya berat ya. Hobi orang kaya dan memang calon orang kaya. Aamiin. Tak hanya piawai dalam belajar, cahyo juga piawai menaklukan hati wanita lho. Melihat banyaknya teman wanita yang dekat dengan cahyo sudah dipastikan bahwa cahyo ini merupakan pria idaman wanita. Bahkan konon, memasuki semester dua banyak mahasiswi yang takluk ditangan cahyo. Kereeeeennn. Tinggal lulus dan bekerja, tinggal tunjuk saja ya mas cahyo dan siap ke pelaminan. Semoga cita-citamu bekerja di sector tambang cepat tercapai ya mas cahyo.

Oh iya ada satu lagi anggota tambahan dari kelompok belajar kami. Dia dalah bos ilman, ahli nge-cor dari polman. Gayanya yang dewasa dan ceplas ceplos membuat kami selalu merasa santai ketika bersama bos ilman. Dia selalu tenang menghadapi ujian, bahkan meskipun besok merupakan hari tes. Bos ilman selalu menenagnkan kami dan menasehati supaya tetap enjoy dan menikmati hidup. Prinsip bos ilman adalah “jangan sampai kuliah mengganggu jadwal main”. Bos ilman mempunyai bisnis pengecoran, wah sangat hebat ! disaat saya masih meminta orang tua untuk membiayai kuliah, bos ilman sudah jauh jauh hari lepas dari financial orang tua. Sama seperti kak dandan, bekerja sambil kuliah merupakan hal yang biasa untuk dia. Selain berbisnis pengecoran dan kuliah magister di ITB, bos ilman juga menjadi pengajar di Itenas. Wah wah serba bisa ini bos ilman. Hebat ! semoga cepat kebeli ya bos hummer nya. Saya lupa mobil yang dia impikan apa, pokonya mobil mahal lah ya.

Diantara kita berenam barangkali saya lah yang paling males, hhe iya karena saya yang paling tidak semangat ketika belajar. Entah kenapa otak saya menjadi lemot ketika kuliah di ITB. Pelajaran tidak masuk masuk, meskipun selalu hadir ketika belajar kelompok. Barangkali karena kurang fokusnya saya kuliah di ITB. Ya memang saya merasa kurang focus karena beberapa hal diantaranya adalah soal biaya yang saya keluarkan. Saya masih mengandalkan orang tua sebagai penyandang dana kuliah di ITB. Biaya yang tinggi membuat pikiran saya terganggu. Meskipun orang tua sudah menjamin akan kemampuan membiayai sekolah saya hingga lulus, namun tetap saja nominal 9,5juta/ semester sering mengganggu pikiran saya. Maklum, saya hadir dari keluarga yang biasa saja. Sehingga rasa hawatir akan biaya ini cukup menggangu. Factor lain yang menggangu adalah saya mengikuti seleksi CPNS di kementerian perindustrian. Waktu 4 bulan yang dimulai dari awal September hingga desember seleksi CPNS inilah yang membuat konsentrasi saya terpecah. Terkadang saya bolos kuliah demi mengikuti 4 tahap seleksi CPNS ini. Atas rekomendasi orang tua juga saya mendaftar CPNS ini. Istilahnya coba-coba, jika masuk ambil.. jika tidak ya terus kuliah di ITB. Namun hal ini justru menjadi boomerang, kuliah jadi terganggu bahkan cenderung saya lebih memilih belajar untuk CPNS ini. Ah mungkin memang rejeki saya di CPNS ini, meskpin pendaftar mencapai 7000an orang, saya menjadi salah satu orang yang lulus seleksi diantara 130 orang lulus CPNS kementerian perindustrian. Pengumuman kelulusan ada di bulan januari awal. Dan ini bertepatan dengan libur kuliah semester 1. Kabar baik sekaligus membingungkan buat saya, saya diterima di kementerian perindustrian namun penempatan di kota Surabaya. Oke awalnya saya berniat untuk cuti terlebih dahulu dari ITB. Ada dua pilihan untuk saya yaitu cuti atau out dari ITB. Saya bertanya kepada orang kantor apakah saya bisa melanjutkan kuliah di ITB atau cuti. Kantor memberikan solusi mempersilahkan untuk lanjut di semester selanjutnya namun tidak akan membiayai kuliah saya yang artinya saya bisa lanjut dengan biaya sendiri. Atau mencari kampus baru dan kementerian akan membaiayai kuliah saya. Oh iya sebagai informasi, cuti s2 ITB tetap mewajibkan mahasiswa membayar separuh uang SPP. Artinya saya harus membayar 4,75 juta. Aah jumlah yang cukup besar. Opsi yang ada adalah lanjut ITB dengan biaya sendiri dengan resiko biaya transportasi, biaya hidup, spp, semuanya dengan uang sendiri atau mencari kampus baru mulai dari awal dengan jaminan seluruh biaya mendapat bantuan dari kementerian. Setelah berkonsultasi dengan orang tua, akhirnya saya memilih opsi kedua untuk menjadi abdi Negara di kementerian perindustrian dan cerita singkat kuliah s2 di ITB dari bulan agustus akhirnya berakhir di bulan januari.

Terima kasih atas ilmu dan pengalaman berharga 1 semester kuliah di ITB, terima kasih kawan-kawan. semoga saya segera mendapatkan tempat belajar baru.

inilah “cerita singkat di ITB”.

Categories: Tidak terkategori
  1. 29 July 2016 at 00:08

    Kak bagi tips biar lolos matrikulasi tmi dongg

    • feriyulinanto
      5 November 2016 at 16:25

      wah ga ada tipsnya, banyak kerja kelompok aja sama temen. hehe

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: